Mulai sekarang, kami Elev8

Kami bukan sekadar broker. Kami adalah ekosistem trading all-in-one—semua yang Anda butuhkan untuk menganalisis, trading, dan berkembang ada di satu tempat. Siap untuk meningkatkan trading Anda?

Emas Antam Tidak Banyak Berubah Tepat di Bawah Rp3.000.000 Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

  • Emas Antam bertahan di bawah Rp3.000.000 sejak awal minggu.
  • Keputusan suku bunga The Fed menjadi titik fokus di luar konflik Timur Tengah.
  • Indonesia dalam periode libur panjang hingga Selasa pekan depan.

Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.996.000 pada hari ini, seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Harga ini lebih tinggi Rp8.000 dari harga kemarin Rp2.988.000. Untuk Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.548.000 dan 1.000 gram di Rp2.936.600.000.

Perubahan harga yang tidak signifikan tersebut terjadi selama dua hari berturut-turut di saat harga Emas dunia (XAU/USD) juga tidak menunjukkan perubahan besar. XAU/USD ditutup turun 0,01% di $5.005 per troy ons pada hari kemarin dan berada di level-level tersebut sejak Senin lalu.

Emas kesulitan memanfaatkan sentimen risk-off di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah karena para investor tampak lebih memilih safe haven Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur Dolar AS terhadap enam mata uang utama sempat melonjak ke di atas 100 pada akhir pekan lalu untuk saat ini diperdagangkan di 99,58 pada saat berita ini ditulis.

Dolar AS juga mendapat dukungan di balik ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga di tengah kekhawatiran peningkatan inflasi di balik kenaikan harga minyak karena gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Penggerak harga Emas selanjutnya hari ini adalah acara bank sentral AS yang mencakup keputusan suku bunga serta konfrensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dimulai pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB). Mengingat bank diprakirakan akan mempertahankan suku bunga, perhatian akan tertuju pada proyeksi ekonomi dan suku bunga yang diperbarui serta tanggapan Powell terhadap perkembangan terbaru yang terjadi di Timur Tengah serta dampaknya pada prospek kebijakan bank sentral.

Aktivitas perdagangan Emas di dalam negeri Indonesia diprakirakan tidak akan memengaruhi pergerakan harga mengingat negara ini sedang dalam masa libur panjang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah mulai hari ini hingga Selasa, 24 Maret 2026.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Pound Sterling Tetap Datar saat Para Pedagang Mengadopsi Sikap Hati-hati Menjelang Keputusan The Fed

GBP/USD stabil setelah membukukan kenaikan selama dua sesi sebelumnya, melayang di sekitar 1,1350 selama perdagangan sesi Asia pada hari Rabu
Baca selengkapnya Previous

Yen Jepang Datar Terhadap Dolar AS Sekitar 159,00 Menjelang Kebijakan The Fed

Yen Jepang (JPY) diperdagangkan hampir datar di sekitar 159,00 terhadap Dolar AS (USD) selama sesi perdagangan Asia pada hari Rabu. Pasangan mata uang USD/JPY melakukan konsolidasi saat para investor menunggu pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada pukul 18:00 GMT.
Baca selengkapnya Next